• aak

Brand Strategy vs Marketing Plan.


Dalam putaran strategi bisnis, semua pasti dimulai dengan rencana bisnis (budget, forecast, dll), yang kemudian diturunkan kedalam beberapa rencana kegiatan atau strategi lainnya yang sifatnya departemental.


Pembahasan kali ini mengenai turunan rencana bisnis di departemen marketing :


STRATEGI BISNIS --> STRATEGI BRAND --> MARKETING PLAN


Jika dilihat dari urutan diatas, strategi brand sifatnya lebih makro dibandingkan strategi marketing dengan ciri-ciri :

  • Menjelaskan keberadaan perusahaan (esensi dari organisasi, produk, service dan fundamental lainnya).

  • Menjelaskan nyawa (is the being) dari strategi bisnis sehingga berdampak jangka panjang,

  • Menciptakan loyalitas dan mengkomunikasikan nilai, karakter, dan atribut dari organisasi.

  • Menjelaskan positioning perusahaan dan mengapa konsumen harus membeli dari perusahaan tsb.

"..Perusahaan yang baru berdiri/berkembang dan mementingkan nilai penjualan (Sales Value) biasanya tidak mengutamakan strategi brand. Fokus utama mereka adalah secara langsung menggunakan dana operasional yang ada untuk pengenalan produk/jasa.."

Bedanya dengan strategi brand, kegiatan marketing lebih taktis. Dimana semua inisiasi dan kampanye marketing harus mendukung esensi dari brand (brand essence). Proses yang biasanya terjadi adalah pemecahan lebih detail strategi brand diawal tahun menjadi rencana marketing dengan jangka waktu yang pendek (short term, monthly based). Direncanakan "how to" nya secara detail, apakah akan menggunakan 100% traditional campaign (Push) atau digital campaign (Pull) atau campuran.



Pemilihan cara tergantung dari bagaimana strategi komunikasi perusahaan dengan pihak stakeholders.


Fakta yang unik mengenai penggunaan marketing digital adalah bisa mengurangi biaya operational marketing yang tinggi tapi bisa menjangkau area yang lebih luas dan sesuai target.

"..Tapi penggunaan digital marketing yang tidak baik, akan berdampak langsung kepada legalitas perusahaan. Seperti kasus yang pernah terjadi, kurangnya fungsi kontrol dalam proses digitalisasi campaign menyebabkan perusahaan bisa ditutup atau berkurangnya kepercayaan konsumen kepada perusahaan.."

Apa-apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi persaingan di era digital menurut #HayuTanya :

  • Bagi yang belum, sudah saatnya melakukan investasi di branding perusahaan. Sehingga komunikasi dengan stakeholders bisa lebih luas, mencakup : visi misi perusahaan, nilai kapabilitas dan kompetensi perusahaan jangka panjang.

  • Secara jelas memberitahukan kepada konsumen apa yang perusahaan bisa lakukan dan apa yang tidak bisa lakukan.

  • Pengembangan produk baru hanya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan usaha. Jadi jangan terlalu terpaku pada kampanye produk, features produk dan kelebihan/kekurangannya. Konsumen sekarang sudah mengetahui apa yang mereka butuhkan melalui media internet. Edukasi konsumen, mengapa mereka perlu membeli dari kita. Sehingga setiap kali perusahaan menciptakan produk baru mereka akan dengan senang hati membelinya dari kita.

  • Lebih banyak menggunakan content marketing dalam setiap kampanye marketing yang ada.



"..Digital marketing saat ini bisa membuat "kerusakan" yang baik disemua segmentasi yang ada. Sehingga disaat yang sama, nila yang kita lemparkan bukan setitik lagi.."